Cerita kami
Cerita KukuBima
Tentang persahabatan, rindu kampung halaman, dan sachet bubuk kecil
Alkisah ada sebuah sachet
Adegannya: sebuah supermarket di Groningen. Dua mahasiswa Indonesia yang baru pindah lewat di rak yang sama untuk ketiga kalinya.
Terus, di mana ya?
Di mana apanya?
Sachetnya. Di Indonesia ada di setiap warung, setiap pom bensin, setiap pojok jalan.
Di sini sepertinya tidak ada.
Mereka benar. Produk yang bisa dibeli di mana saja di Indonesia, yang mereka pakai setiap hari, tidak ditemukan di mana pun di Belanda. Itu harus diubah. Dan karena hal seperti ini tidak boleh dikerjakan hanya berdua, dua orang Groningen ikut bergabung.

Bukan formula turun-temurun
Kami tidak punya lambang keluarga, kakek yang dulu memulai dari sebuah gudang, atau tradisi turun-temurun untuk dibanggakan. Kami empat sahabat yang membawa KukuBima ke Groningen dan mengantarnya sendiri. Itulah seluruh cerita kami, dan jujur saja, menurut kami itu sudah lebih dari cukup.
Misi kami besar: memperkenalkan produk Indonesia di Belanda. Tapi kami mulai dari yang kecil, berbentuk sachet.
Jadi, apa arti “KukuBima”?
Sachetnya sendiri punya cerita. KukuBima sudah ada sejak 2004 dan dibuat oleh PT Sido Muncul, salah satu produsen produk herbal tradisional terbesar dan tertua di Indonesia.
Dan namanya? Kuku Bima secara harfiah berarti “kuku Bima”, pahlawan legendaris dari mitologi Jawa. Seorang prajurit raksasa yang tidak pernah lelah. Menurut kami itu nama yang pas untuk sesuatu yang menyeretmu melewati minggu ujian.
Dari Groningen, dengan cinta
Kami mulai sebagai empat orang dengan ruang tamu penuh kardus. Suatu hari nanti kami ingin jadi alasan kamu bisa menemukan sepotong Indonesia di setiap kota di Belanda. Sampai saat itu, kami sendiri yang akan datang ke depan pintumu, membawa sachet energi dan senyum lebar.

